Cukup Aku menjadi pengagumnya
“Pengecut”
ujar beberapa orang ketika aku berpendapat demikian. Kenapa? Apa aku salah
menjadi sosok pengagumnya?
Aku bukannya takut
ditolak, takut berkomitmen, atau mungkin takut putus cinta, tidak! Tidak
demikian. Aku hanya nyaman saja dengan situasiku sekarang, aku tidak berharap
dia menyukaiku atau kami saling memiliki. Karena aku sadar, tau diri, siapa
aku, siapa dia. Toh, aku sudah memiliki orang lain, dan dia juga demikian,
untuk apa aku memaksa diri? Rasa ku juga tak lebih dari rasa kagum padanya,
ya..hanya itu.
“Kenapa tidak coba
saja, dua istri kukira cukup baik” Wahwahwah..... ada- ada saja pendapat teman-
temanku ini. Berselingkuh? Petualangan cinta? Kurasa tidak, aku tidak tertarik.
Toh, kekasihku ini sudah lebih dari cukup, dia segala- galanya bagiku, dan jika
mereka menyuruhku berselingkuh? Itu perlu pertimbangan yang banyak, : Biaya X
2, waktu di X 2, tenaga ku di X dua, bahkan kasih sayangku ter-: dua, sungguh
miris bukan? Lagipula, dengan mengaguminya..aku tak perlu PDKT dengannya,
berpura- pura baik dengan topeng manis, mengaku jomblo, repot berbohong
ini-itu, lalu menyatakan cinta padanya dengan mawar wangi tapi hatiku busuk, menduakan
kekasihku, ohhh.....aku bukannya sayang pada keduanya, itu malah membuat 2
orang itu menghilang dari hidupku, biarlah kau cukup kukagumi..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar